Sabtu, 06 Januari 2018

SAP HIPERTENSI



SATUAN ACARA PENYULUHAN

1.    PENGANTAR
Bidang studi   : Penyakit dalam
Topik               : Penyakit jantung dan pembuluh darah
Sub topik         : Hipertensi
Sasaran            : Masyarakat
Hari / tanggal  : Senin, 1 Desember 2010
Jam                  : 08.00
Waktu             : 20 menit
Tempat            : di Balai Desa Menadi
2.    TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat memahami tentang hipertensi.
3.    TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUH ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat menjelaskan kembali :
a.       Pengertian hipertensi
b.      Tanda dan gejala hipertensi
c.       Faktor resiko
d.      Komplikasi
e.       Pencegahan
f.       Penatalaksanaan
4.    MATERI
Terlampir
5.    METODE
a.     Ceramah
b.     Tanya jawab
6.    MEDIA
a.     Materi SAP
b.     Leaflet



7.        KEGIATAN PEMBELAJARAN

No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
3 menit
Pembukaan :
ü  Memberi salam
ü  Perkenalan
ü  Menjelaskan tujuan pembelajaran

ü  Menjawab salam
ü  Mendengarkan dan memperhatikan

2
10 menit
Pelaksanaan :
v  Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi :
ü  Pengertian hipertensi
ü   Tanda dan gejala hipertensi
ü   Faktor resiko
ü    Komplikasi
ü  Pencegahan
ü  Penatalaksanaan

v  Menyimak dan mendengarkan
3
5 menit
Evaluasi :
Meminta masyarakat untuk menjelaskan kembali atau menyebutkan :
ü  Pengertian hipertensi
ü  Tanda dan gejala hipertensi
ü  Faktor resiko
ü  Komplikasi
ü  Pencegahan
ü  Penatalaksanaan

v  Bertanya dan menjawab
4
2 menit
Penutup :
v  Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam

v  Menjawab salam

Jombang 09 – 04 - 2017


MATERI HIPERTENSI
  1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah lebih dari normal ( lebih dari 140/90 mmHg ). Keadaan ini akibat dari penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis, karena meningkatnya volume darah dan karena meningkatnya kerja jantung. Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung.
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII [1]
Kategori
Tekanan Darah Sistolik
Tekanan Darah Diastolik
Normal
< 120 mmHg
(dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi
120-139 mmHg
(atau) 80-89 mmHg
Stadium 1
140-159 mmHg
(atau) 90-99 mmHg
Stadium 2
>= 160 mmHg
(atau) >= 100 mmHg

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara seperti :
a.       Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.
b.      Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
a.              Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.
b.             Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlahgaram dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
  1. Tanda dan Gejala Hipertensi
a.         Sakit kepala
b.         Kelelahan
c.          Mual
d.        Muntah
e.         Sesak nafas
f.          Gelisah
g.         Pandangan menjadi kabur      karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
h.         Koma       karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini yang disebut ensefalopati hipertensif yang memerlukan penanganan segera.


  1. Faktor Resiko Hipertensi
a.         Umur.
Risiko hipertensi akan meningkat seiring dengan usia. Pada usia pertengahan awal, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Wanita lebih mungkin untuk mengembangkan tekanan darah tinggi setelah menopause.
b.         Ras.
Tekanan darah tinggi sangat umum di antara orang kulit hitam, sering berkembang pada usia lebih dini daripada orang kulit putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, juga lebih sering terjadi pada orang kulit hitam.
c.         Riwayat keluarga.
Jika orang tua atau yang ada hubungan darah dengan Anda, ada yang memiliki darah tinggi, maka risiko anda terhadap darah tinggi meningkat, dibanding mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga darah tinggi.
d.        Kelebihan berat badan atau obesitas.
Obesitas menjadi faktor risiko hipertensi karena semakin banyak penambahan berat badan, semakin banyak darah yang Anda butuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. sehingga volume darah pada pembuluh darah juga meningkat, demikian juga tekanan pada dinding arteripiun akan meningkat.
e.         Kurang Aktifitas fisik.
Kurangnya aktifitas fisik menjadi faktor risiko hipertensi karena orang yang tidak aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin keras jantung bekerja akibatnya timbul darah tinggi. Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
f.          Konsumsi Alkohol
Seiring waktu, sering minum alkohol dapat merusak jantung. Minum lebih dari dua gelas sehari dapat meningkatkan tekanan darah
g.         Stres.
Stres dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah, namun dramatis. Apalagi jika Anda mencoba mengatasi stres dengan makan lebih banyak, menggunakan tembakau atau minum alkohol, Anda hanya dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
  1. Komplikasi Hipertensi
a.         serangan jantung atau stroke.
Hipertensi berpotensi menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri sehingga dapat memicu serangan jantung serta stroke.
b.         Aneurisme 
 pelebaran abnormal pada arteri. Peningkatan tekanan darah dapat memicu pelebaran dinding pembuluh darah (seperti menggembung). Dinding yang menggelembung akan menjadi lemah saat menahan tekanan aliran darah. Komplikasi ini berpotensi mengancam jiwa, terutama jika pembuluh darah pecah.
c.         Pembuluh darah kecil pada ginjal yang rusak akibat hipertensi.
Kondisi ini bisa menghalangi ginjal untuk berfungsi dengan baik. Beberapa gejalanya adalah pembengkakan kedua tungkai bawah, keinginan untuk buang air kecil di malam hari meningkat tapi volume urine sedikit, dan hipertensi yang semakin parah.


d.      Sindrom metabolik,
yaitu munculnya sejumlah masalah kesehatan yang dialami secara bersamaan. Lingkar pinggang meningkat, tingginya kadar trigliserida, rendahnya kadar kolesterol baik (HDL), kadar gula darah puasa yang tinggi, disertai hipertensi akan meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Sindrom ini juga dikenal sindom resistensi insulin, dimana tubuh gagal menggunakan insulin dalam darah dengan efektif. Pada akhirnya, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabtes juga akan meningkat.
  1. Pencegahan Hipertensi
a.      Makanan. 
Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan kaya serat, seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran. Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda, setidaknya tidak lebih dari 6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
b.      Berat Badan.
Meski hanya beberapa kilo, menurunkan berat badan akan membuat perbedaan besar pada tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan.
c.       Olahraga.
Untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga jantung serta pembuluh darah dalam kondisi baik, olahraga dan rutin beraktivitas perlu dilakukan. Bagi orang dewasa, beraktivitas dengan intensitas menengah ( bersepeda atau jalan cepat) setidaknya harus dilakukan selama 2 hingga 3 jam setiap minggu.
d.      Terapi relaksasi
seperti yoga atau meditasi. Terapi-terapi tersebut dapat membantu Anda untuk mengendalikan stres.
e.       Minuman keras.
Batas konsumsi minuman keras yang dianjurkan dalam sehari adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7persen untuk pria. Dan maksimal 2 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk wanita. Risiko hipertensi akan meningkat jika Anda mengonsumsi minuman keras terlalu sering dan berlebihan.
f.       Merokok.
Rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tapi akan mempertinggi risiko serangan jantung dan stroke karena dapat memicu penyempitan arteri. Kombinasi merokok dan hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantungatau paru-paru secara drastis.
g.      Kafein.
Kurangi konsumsi minuman yang mengandung banyak kafein seperti kopi, teh, cola serta minuman berenergi. Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.










DAFTAR PUSTAKA


SapHipertensi