SATUAN ACARA PENYULUHAN
1. PENGANTAR
Bidang studi : Penyakit dalam
Topik :
Penyakit jantung dan pembuluh darah
Sub
topik : Hipertensi
Sasaran :
Masyarakat
Hari / tanggal : Senin, 1 Desember 2010
Jam :
08.00
Waktu :
20 menit
Tempat :
di Balai Desa Menadi
2.
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan
diharapkan masyarakat dapat memahami tentang hipertensi.
3.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUH ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan
diharapkan masyarakat dapat menjelaskan kembali :
a.
Pengertian hipertensi
b.
Tanda dan gejala hipertensi
c.
Faktor resiko
d.
Komplikasi
e.
Pencegahan
f.
Penatalaksanaan
4.
MATERI
Terlampir
5.
METODE
a.
Ceramah
b.
Tanya jawab
6.
MEDIA
a.
Materi SAP
b.
Leaflet
7.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan Peserta
|
|
1
|
3 menit
|
Pembukaan :
ü
Memberi salam
ü
Perkenalan
ü
Menjelaskan tujuan pembelajaran
|
ü
Menjawab salam
ü
Mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2
|
10 menit
|
Pelaksanaan :
v Menjelaskan materi penyuluhan secara
berurutan dan teratur
Materi :
ü
Pengertian hipertensi
ü
Tanda dan gejala
hipertensi
ü
Faktor resiko
ü
Komplikasi
ü
Pencegahan
ü
Penatalaksanaan
|
v Menyimak dan mendengarkan
|
|
3
|
5 menit
|
Evaluasi :
Meminta masyarakat untuk menjelaskan kembali atau menyebutkan :
ü
Pengertian hipertensi
ü
Tanda dan gejala hipertensi
ü
Faktor resiko
ü
Komplikasi
ü
Pencegahan
ü
Penatalaksanaan
|
v Bertanya dan menjawab
|
|
4
|
2 menit
|
Penutup :
v Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan
salam
|
v Menjawab salam
|
Jombang 09 – 04 - 2017
MATERI HIPERTENSI
- Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan
darah lebih dari normal ( lebih dari 140/90 mmHg ). Keadaan ini akibat dari
penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis, karena meningkatnya volume
darah dan karena meningkatnya kerja jantung. Penyakit hipertensi merupakan
peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target
organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah
jantung dan untuk otot jantung.
|
Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa
menurut JNC VII [1]
|
||
|
Kategori
|
Tekanan Darah Sistolik
|
Tekanan Darah Diastolik
|
|
Normal
|
< 120 mmHg
|
(dan) < 80 mmHg
|
|
Pre-hipertensi
|
120-139 mmHg
|
(atau) 80-89 mmHg
|
|
Stadium 1
|
140-159 mmHg
|
(atau) 90-99 mmHg
|
|
Stadium 2
|
>= 160 mmHg
|
(atau) >= 100 mmHg
|
Meningkatnya tekanan
darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara seperti :
a.
Jantung memompa lebih kuat sehingga
mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.
b.
Arteri besar kehilangan kelenturannya dan
menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa
darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung
dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan
naiknya tekanan.
Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah
menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga
meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk
sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
a.
Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan
darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan
hormon angiotensin, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.
b.
Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa
menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan
fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlahgaram dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam
tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
- Tanda dan Gejala Hipertensi
a.
Sakit kepala
b.
Kelelahan
c.
Mual
d.
Muntah
e.
Sesak nafas
f.
Gelisah
g.
Pandangan menjadi
kabur karena adanya kerusakan pada otak,
mata, jantung dan ginjal.
h.
Koma karena
terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini yang disebut ensefalopati hipertensif
yang memerlukan penanganan segera.
- Faktor Resiko Hipertensi
a.
Umur.
Risiko
hipertensi akan meningkat seiring dengan usia. Pada usia pertengahan awal,
tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Wanita lebih mungkin untuk
mengembangkan tekanan darah tinggi setelah menopause.
b.
Ras.
Tekanan
darah tinggi sangat umum di antara orang kulit hitam, sering berkembang pada
usia lebih dini daripada orang kulit putih. Komplikasi serius, seperti stroke
dan serangan jantung, juga lebih sering terjadi pada orang kulit hitam.
c.
Riwayat
keluarga.
Jika
orang tua atau yang ada hubungan darah dengan Anda, ada yang memiliki darah
tinggi, maka risiko anda terhadap darah tinggi meningkat, dibanding mereka yang
tidak memiliki riwayat keluarga darah tinggi.
d.
Kelebihan
berat badan atau obesitas.
Obesitas
menjadi faktor risiko hipertensi karena semakin banyak penambahan berat badan,
semakin banyak darah yang Anda butuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke
jaringan tubuh. sehingga volume darah pada pembuluh darah juga meningkat,
demikian juga tekanan pada dinding arteripiun akan meningkat.
e.
Kurang
Aktifitas fisik.
Kurangnya
aktifitas fisik menjadi faktor risiko hipertensi karena orang yang tidak aktif
cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak
jantung, semakin keras jantung bekerja akibatnya timbul darah tinggi. Kurangnya
aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
f.
Konsumsi Alkohol
Seiring waktu,
sering minum alkohol dapat merusak jantung. Minum lebih dari dua gelas sehari
dapat meningkatkan tekanan darah
g.
Stres.
Stres dapat
menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah, namun dramatis. Apalagi jika
Anda mencoba mengatasi stres dengan makan lebih banyak, menggunakan tembakau
atau minum alkohol, Anda hanya dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
- Komplikasi Hipertensi
a.
serangan jantung atau stroke.
Hipertensi berpotensi
menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri sehingga dapat memicu
serangan jantung serta stroke.
b.
Aneurisme
pelebaran abnormal pada arteri. Peningkatan
tekanan darah dapat memicu pelebaran dinding pembuluh darah (seperti
menggembung). Dinding yang menggelembung akan menjadi lemah saat menahan
tekanan aliran darah. Komplikasi ini berpotensi mengancam jiwa, terutama jika
pembuluh darah pecah.
c.
Pembuluh darah kecil pada
ginjal yang rusak akibat hipertensi.
Kondisi ini bisa
menghalangi ginjal untuk berfungsi dengan baik. Beberapa gejalanya adalah
pembengkakan kedua tungkai bawah, keinginan untuk buang air kecil di malam hari
meningkat tapi volume urine sedikit, dan hipertensi yang semakin parah.
d. Sindrom
metabolik,
yaitu munculnya sejumlah
masalah kesehatan yang dialami secara bersamaan. Lingkar pinggang meningkat,
tingginya kadar trigliserida, rendahnya kadar kolesterol baik (HDL), kadar gula
darah puasa yang tinggi, disertai hipertensi akan meningkatkan risiko
terjadinya sindrom metabolik. Sindrom ini juga dikenal sindom resistensi
insulin, dimana tubuh gagal menggunakan insulin dalam darah dengan efektif.
Pada akhirnya, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabtes juga akan
meningkat.
- Pencegahan Hipertensi
a.
Makanan.
Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan
kaya serat, seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan
sayuran. Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda, setidaknya tidak lebih dari
6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
b. Berat
Badan.
Meski hanya beberapa kilo, menurunkan
berat badan akan membuat perbedaan besar pada tekanan darah dan kesehatan
secara keseluruhan.
c. Olahraga.
Untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga
jantung serta pembuluh darah dalam kondisi baik, olahraga dan rutin
beraktivitas perlu dilakukan. Bagi orang dewasa, beraktivitas dengan intensitas
menengah ( bersepeda atau jalan cepat) setidaknya harus dilakukan selama 2
hingga 3 jam setiap minggu.
d. Terapi
relaksasi
seperti yoga atau meditasi. Terapi-terapi
tersebut dapat membantu Anda untuk mengendalikan stres.
e. Minuman
keras.
Batas konsumsi minuman keras yang
dianjurkan dalam sehari adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir berkadar alkohol
4,7persen untuk pria. Dan maksimal 2 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen
untuk wanita. Risiko hipertensi akan meningkat jika Anda mengonsumsi minuman
keras terlalu sering dan berlebihan.
f. Merokok.
Rokok tidak menyebabkan hipertensi secara
langsung, tapi akan mempertinggi risiko serangan jantung dan stroke karena dapat memicu penyempitan arteri.
Kombinasi merokok dan hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantungatau paru-paru secara drastis.
g. Kafein.
Kurangi konsumsi minuman yang mengandung
banyak kafein seperti kopi, teh, cola serta minuman berenergi. Meminum lebih
dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.
DAFTAR PUSTAKA